Pre-order Grand Theft Auto VI (GTA 6) diperkirakan telah mencapai 6,45 juta kopi dengan nilai belanja sekitar US$630 juta atau setara Rp11 triliun. Estimasi yang dilaporkan Insider Gaming pada 20 Oktober 2026 itu menunjukkan PlayStation 5 menjadi platform dengan pemesanan terbanyak, menjelang peluncuran game pada 19 November mendatang.
Angka tersebut berasal dari pelacakan perusahaan analitik Sensor Tower, bukan pengumuman resmi Rockstar Games maupun induk perusahaannya, Take-Two Interactive. Karena itu, nilai US$630 juta sebaiknya dipahami sebagai estimasi belanja konsumen, bukan pendapatan bersih yang masuk ke kantong pengembang atau penerbit.
Dalam hitungan yang sama, sekitar 74 persen pemesanan berasal dari pengguna PS5. Konsol Sony diperkirakan menyumbang 4,8 juta kopi dengan nilai belanja sekitar US$468 juta. Sementara itu, Xbox Series X|S mencatat sekitar 1,66 juta pemesanan, dengan nilai sekitar US$162 juta.
PS5 mendominasi estimasi pemesanan GTA 6
Selisih tersebut memperlihatkan besarnya kontribusi PS5 dalam data yang dipantau Sensor Tower. Namun, dominasi itu belum tentu menggambarkan seluruh permintaan terhadap GTA 6 di berbagai wilayah. Cakupan pelacakan dan metode estimasi pihak ketiga memiliki keterbatasan.
Jumlah pemesanan fisik yang tidak tercakup dalam pengukuran digital juga dapat membuat total permintaan sesungguhnya berbeda. Rockstar belum merilis angka resmi yang merinci pre-order berdasarkan platform maupun edisi permainan.
Meski begitu, Take-Two telah memberi sinyal bahwa respons pasar terhadap game ini sangat kuat. Dalam laporan kinerja keuangan kuartal pertama tahun fiskal 2027 pada Agustus 2026, CEO Strauss Zelnick mengatakan permintaan pre-order GTA 6 berada pada tingkat yang belum pernah dilihat perusahaan maupun industri gim.
Zelnick juga mengingatkan bahwa tingginya pemesanan belum memastikan hasil penjualan akhir. Pemain masih dapat membatalkan pesanan sebelum peluncuran, sehingga perusahaan belum bisa memastikan berapa banyak pre-order yang akan benar-benar berubah menjadi penjualan.
Respons terhadap edisi premium ikut disorot
Menurut Zelnick, permintaan untuk Ultimate Edition seharga US$99,99 bahkan lebih tinggi daripada perkiraan perusahaan. Rockstar menawarkan dua edisi utama di pasar Amerika Serikat: Standard Edition seharga US$79,99 dan Ultimate Edition dengan harga US$99,99.
Edisi Ultimate menyertakan konten eksklusif, antara lain kendaraan, senjata, pakaian, dan sejumlah item lain. Respons terhadap versi yang lebih mahal itu menunjukkan sebagian pemain bersedia membayar lebih untuk konten tambahan. Meski demikian, tanpa rincian resmi komposisi penjualan, kontribusi setiap edisi terhadap nilai pre-order belum dapat dipastikan.
Harga dan minat terhadap edisi premium memberi gambaran tentang potensi nilai komersial GTA 6, tetapi belum cukup untuk menyimpulkan hasil akhirnya. Nilai pemesanan dapat berubah sebelum hari peluncuran, sedangkan laporan Sensor Tower hanya mengukur bagian pasar yang masuk dalam cakupan pelacakannya.
Proyeksi penjualan tetap bergantung pada banyak faktor
Potensi pendapatan GTA 6 juga menjadi perhatian Newzoo. Dalam laporan yang diterbitkan pada 16 Juli 2026, perusahaan riset pasar gim itu memperkirakan penjualan global kumulatif game tersebut dapat mencapai US$3,3 miliar hingga US$5,2 miliar pada akhir pekan peluncurannya.
Proyeksi itu bukan angka penjualan yang telah direalisasikan. Newzoo menyusunnya dengan memodelkan tren pre-order dan pola penjualan game besar sebelumnya. Perusahaan juga mencatat belanja digital sekitar US$180 juta untuk GTA 6 pada pekan terakhir Juni 2026 di Amerika Serikat serta lima pasar Eropa terbesar: Inggris, Prancis, Italia, Jerman, dan Spanyol.
Data tersebut menjadi salah satu dasar untuk memperkirakan kemungkinan penjualan global saat game dirilis. Namun, hasil akhirnya tetap bergantung pada asumsi, termasuk seberapa cepat pre-order berubah menjadi pembelian dan seberapa luas data yang dapat dihimpun.
Dengan jadwal peluncuran yang tinggal kurang dari sebulan saat estimasi itu dilaporkan, perhatian kini tertuju pada angka resmi dari Rockstar dan Take-Two. Sampai keduanya membuka data penjualan, angka 6,45 juta kopi dan Rp11 triliun tetap menjadi gambaran awal dari analisis pihak ketiga—bukan hitungan final.
