Inter Milan mulai melirik Pedro Henrique setelah bek sayap Shakhtar Donetsk itu tampil melawan mereka di Liga Champions. Pemain Brasil berusia 23 tahun tersebut menjadi perhatian tim transfer Inter berkat kecepatan, daya tahan, dan ketangguhannya saat bertahan—modal yang dinilai bisa memperkuat opsi di sisi lapangan.
Pedro Henrique menjadi starter dan bermain selama 93 menit dalam pertandingan yang berakhir dengan kemenangan Inter, meski tim Italia itu harus menghadapi Shakhtar dengan 10 pemain melawan 11. Penampilannya tidak terlalu menonjol saat membantu serangan. Namun, kontribusinya ketika tim kehilangan bola justru menarik perhatian para pengamat Inter, termasuk jajaran klub yang dipimpin Giuseppe Marotta.
Pedro Henrique menarik perhatian Inter lewat permainan bertahan
Di sisi lapangan, Pedro berhadapan dengan sejumlah pemain Inter, termasuk Spence yang disebut tidak berada dalam kondisi terbaik, serta duet Diouf dan Luis Henrique. Dalam situasi itu, kekuatan utamanya terlihat ketika ia berlari kembali untuk menutup ruang dan menghadapi lawan dalam duel satu lawan satu.
Ia juga dinilai memiliki daya tahan tinggi. Pedro mampu berlari dengan intensitas kuat sepanjang pertandingan, disokong akselerasi yang baik dalam jarak pendek. Karakter tersebut membuatnya tak hanya berguna untuk menjaga area pertahanan, tetapi juga berpotensi menjalankan peran bek sayap yang aktif bergerak di sepanjang sisi lapangan.
Secara alami, Pedro berkaki kiri dan biasa bermain sebagai bek sayap dalam formasi empat bek. Ia juga dapat ditempatkan di kanan, meski posisi itu berarti bermain di sisi yang berlawanan dengan kaki dominannya. Fleksibilitas tersebut membuka kemungkinan baginya untuk beradaptasi dalam sistem dengan lima pemain tengah, yang menuntut bek sayap ikut menopang serangan dan pertahanan.
Dari pemain sayap menjadi andalan Shakhtar
Pedro Henrique Azevedo Pereira lahir di Salvador, negara bagian Bahia, Brasil, pada 11 Juli 2002. Ia menimba ilmu di akademi Vitoria dan semula bermain sebagai pemain sayap menyerang. Seiring waktu, posisinya bergeser lebih ke belakang hingga ia menjalani debut bersama tim utama pada 2020.
Penampilannya kemudian menarik minat Athletico Paranaense, yang merekrutnya pada 2021. Namun, proses perpindahan itu memicu perselisihan dengan Vitoria. Klub tersebut menuduh Athletico Paranaense tidak memenuhi janji untuk meminjamkan Pedro kembali, sedangkan Athletico menyatakan sang pemain didatangkan tanpa biaya transfer sehingga tidak ada kewajiban membayar.
Perselisihan itu sempat membuat Pedro tidak bermain untuk beberapa waktu. Kasusnya dibawa ke Kamar Nasional Penyelesaian Sengketa CBF. Lembaga tersebut menetapkan pembayaran 8,5 juta real Brasil untuk menuntaskan persoalan transfer antara kedua klub.
Dalam perkembangannya, kemampuan Pedro tidak terbatas pada pekerjaan bertahan. Ia telah mencatat satu gol lewat tembakan keras dari luar kotak penalti dan satu assist pada musim yang dibahas dalam laporan. Catatan itu melanjutkan peningkatan kontribusinya dalam beberapa tahun terakhir, ketika ia membukukan 12 assist dan tiga gol.
Karier Pedro Henrique sempat terguncang skandal taruhan
Perjalanan Pedro di Brasil juga diwarnai persoalan di luar lapangan. Pada 2023, ia terseret dalam penyelidikan skandal taruhan yang dikenal dengan nama Penalidade Maxima. Ia diselidiki dan dituduh menerima 80 ribu real Brasil untuk mendapatkan kartu kuning dalam pertandingan melawan Cuiabá. Kartu kuning tersebut memang ia terima.
Pada tahun yang sama, sebelum jaksa secara resmi mengajukan tuduhan, Athletico Paranaense memutuskan melepas Pedro bersama rekan setimnya, Bryan Garcia. Tak lama berselang, ia menerima tawaran Shakhtar Donetsk dan meninggalkan Brasil untuk memulai kembali kariernya di Eropa.
Kini, Pedro menjadi salah satu pemain andalan Shakhtar di bawah asuhan Arda Turan. Performanya mulai menarik perhatian klub-klub Eropa, termasuk Inter, yang punya kesempatan menilainya langsung dalam laga Liga Champions. Pengamatan itu belum otomatis berarti transfer akan terjadi, tetapi menunjukkan bahwa namanya telah masuk dalam pertimbangan untuk memperkuat skuad pada masa mendatang.
Harga Pedro Henrique menjadi tantangan bagi Inter
Shakhtar dikenal bersedia melepas pemain, tetapi klub Ukraina tersebut memasang harga tinggi untuk aset berharganya. Pedro terikat kontrak hingga 30 Juni 2030, sementara Shakhtar disebut mematok harga transfer tidak kurang dari 25 juta euro.
Angka itu menjadi pertimbangan penting bagi Inter jika ketertarikan mereka berkembang menjadi langkah konkret. Di sisi lain, performa Pedro di Liga Champions telah memberi gambaran langsung tentang kualitas yang ditawarkan: bek sayap muda dengan tenaga besar, kemampuan bertahan dalam duel, dan pengalaman bermain di beberapa posisi. Seberapa jauh Inter akan bergerak masih bergantung pada kebutuhan skuad dan kesediaan klub menghadapi tuntutan harga Shakhtar.
