Denza B8 menjadi sorotan setelah sebuah video memperlihatkan SUV tersebut melaju dengan tiga roda di Jinshan Town, Lianyungang. Roda depan kiri tampak terangkat dari permukaan jalan, sementara gembok roda masih terpasang. Aksi itu berlangsung di jalan umum, bukan di arena pengujian.
Kendaraan tersebut merupakan BYD Fang Cheng Bao 8, yang dikenal sebagai Denza B8 di luar pasar China. Dalam rekaman yang beredar, terlihat kendaraan lain terparkir, arus lalu lintas di sekitar lokasi, serta pejalan kaki. Belum ada keterangan resmi mengenai siapa yang mengemudikan mobil atau seberapa cepat kendaraan itu melaju.
Video tersebut mengingatkan publik pada demonstrasi kemampuan suspensi yang sebelumnya dilakukan BYD. Namun, ada perbedaan penting: pengujian pabrikan berlangsung di area khusus, sedangkan rekaman yang viral ini memperlihatkan mobil berada di jalan raya.
Denza B8 terekam melaju di jalan umum
Dalam video, roda depan sebelah kiri terlihat terangkat ke udara dengan gembok tetap menempel. Tiga roda lainnya menopang kendaraan saat mobil bergerak. Kondisi itu membuat kemampuan SUV tersebut menarik perhatian, sekaligus memunculkan pertanyaan tentang keselamatan saat fitur serupa digunakan di tengah lalu lintas.
Hingga kini, belum ada pengukuran atau konfirmasi resmi mengenai kecepatan Denza B8 dalam rekaman tersebut. Karena itu, tidak dapat dipastikan apakah kendaraan melaju sesuai batas kecepatan yang ditetapkan untuk mode tiga roda. Informasi mengenai kemungkinan penindakan terhadap pengemudi juga belum diumumkan.
Situasi di sekitar kendaraan turut membedakan adegan ini dari demonstrasi teknologi. Rekaman memperlihatkan jalan yang digunakan pengguna lain, dengan kendaraan terparkir dan pejalan kaki berada di dekat lokasi. Belum ada informasi resmi yang memastikan apakah tindakan tersebut merupakan bagian dari pengujian atau sekadar aksi pengemudi.
Suspensi DiSus-P Ultra bisa mengangkat roda
Kemampuan berjalan dengan tiga roda berkaitan dengan sistem suspensi hidraulis DiSus-P Ultra. BYD sebelumnya memperagakan teknologi tersebut pada Fang Cheng Bao Bao 8 tipe Flash Charge Edition dalam pengujian di proving ground pada pertengahan Mei 2026. Dalam uji itu, SUV mampu mengangkat satu roda secara mandiri dan tetap bergerak stabil dengan tiga roda lainnya.
DiSus-P Ultra mengintegrasikan pengontrol bodi hidraulis atau hydraulic body-control system. Saat peluncuran, BYD menyebut sistem tersebut memiliki kemampuan pengangkatan roda secara individual. Teknologi ini juga diklaim dapat membantu proses penggantian ban tanpa dongkrak konvensional.
Mode berkendara dengan tiga roda menjadi salah satu fitur yang dipamerkan. Namun, kemampuan teknis itu memiliki batas penggunaan: kecepatan maksimum yang disebutkan untuk mode tersebut adalah 15 kilometer per jam. Angka ini merujuk pada batas saat mode tiga roda dioperasikan, bukan kecepatan mobil dalam video yang beredar.
Perbedaan uji pabrikan dan penggunaan di jalan
Fang Cheng Bao Bao 8 Flash Charge Edition diluncurkan secara resmi di China pada 13 Mei 2026 dengan harga mulai 419.800 yuan. Model tersebut menjadi salah satu lini yang dibekali suspensi DiSus-P Ultra. Informasi peluncuran dan demonstrasi itu memberi konteks mengenai teknologi yang diduga berkaitan dengan kemampuan Denza B8 dalam rekaman.
Meski begitu, demonstrasi resmi dan penggunaan di jalan umum bukan situasi yang sama. Pengujian pabrikan dilakukan di area khusus, sedangkan video dari Lianyungang menunjukkan kendaraan berada di tengah lingkungan lalu lintas. Perbedaan tempat ini menjadi alasan mengapa aksi tersebut memicu perhatian terhadap aspek keselamatan.
Penggunaan kendaraan dengan satu roda terangkat di jalan raya juga menimbulkan pertanyaan mengenai kepatuhan terhadap aturan keselamatan lalu lintas di China. Sampai saat ini, belum ada konfirmasi resmi apakah kejadian tersebut dinilai melanggar aturan tertentu atau berujung pada tindakan hukum. Karena itu, status hukumnya belum dapat dipastikan.
Kasus ini memperlihatkan bahwa kemampuan sebuah teknologi tidak otomatis berarti aman digunakan dalam semua kondisi. Penjelasan lebih lanjut dari pihak berwenang atau BYD akan diperlukan untuk memastikan bagaimana fitur itu digunakan dan apakah ada konsekuensi atas aksi yang terekam tersebut.
