Mahathir Mohamad masuk rumah sakit untuk menjalani observasi di Institut Jantung Negara (IJN), Kuala Lumpur, sejak Selasa malam, 29 September 2026. Mantan Perdana Menteri Malaysia berusia 101 tahun itu dirawat sekitar dua hari setelah istrinya, Dr Siti Hasmah Mohamad Ali, meninggal dunia.
Mahathir Mohamad Masuk Rumah Sakit di Kuala Lumpur
Ajudan Mahathir, Sufi Yusoff, menyampaikan bahwa Mahathir menjalani perawatan di IJN setelah melewati hari-hari yang berat menyusul kepergian istrinya. Keterangan itu disampaikan pada Rabu, 30 September 2026.
Menurut Sufi, alasan pasti Mahathir menjalani perawatan medis masih menunggu diagnosis resmi. Perawatan di rumah sakit tersebut ditujukan untuk observasi, yaitu pemantauan kondisi pasien oleh tim medis dalam periode tertentu.
Observasi medis pada umumnya dilakukan agar tenaga kesehatan dapat memantau kondisi pasien secara lebih teratur. Proses ini dapat mencakup pemeriksaan dan penilaian kondisi sesuai kebutuhan medis, sementara keputusan lanjutan bergantung pada hasil pemantauan serta diagnosis dokter.
Kondisi Mahathir Disebut Stabil oleh Keluarga
Salah satu putra Mahathir, Mokhzani Mahathir, mengatakan kondisi ayahnya stabil dan tidak mengkhawatirkan. Ia menjelaskan keluarga membawa Mahathir ke rumah sakit agar dapat menjalani pemantauan lebih lanjut setelah Siti Hasmah wafat.
“Beliau dirawat di IJN untuk observasi,” kata Mokhzani ketika dihubungi wartawan pada Rabu, 30 September.
Ia juga menyampaikan, “Dua hari terakhir ini sangat berat bagi Tun M. Saat ini, kondisi beliau baik-baik saja dan tidak mengkhawatirkan.” Tun M merupakan panggilan untuk Mahathir.
Mahathir memiliki riwayat masalah jantung dan pernah menjalani operasi bypass. Dalam beberapa tahun terakhir, ia juga berulang kali dirawat di rumah sakit. Pada Januari 2026, Mahathir menjalani perawatan akibat patah tulang pinggul setelah terjatuh.
Siti Hasmah Wafat pada Usia 100 Tahun
Dr Siti Hasmah meninggal dunia pada Senin pagi, 28 September 2026, waktu setempat, di IJN pada usia 100 tahun. Ia kemudian dimakamkan di Makam Pahlawan di Presint 20, Putrajaya, pada hari yang sama dalam pemakaman kenegaraan.
Mukhriz Mahathir, putra Mahathir lainnya, sebelumnya menyatakan ayahnya berada di IJN untuk mendampingi Siti Hasmah selama masa perawatan sebelum meninggal dunia. Kepergian sang istri tampak sangat memukul Mahathir.
Dalam video yang diunggah ke media sosialnya, Mahathir terlihat berkaca-kaca ketika berbicara kepada mantan Raja Malaysia. Dalam rekaman itu, ia mengatakan dirinya “tidak menyangka istrinya akan meninggal hari ini”.
Pernikahan Mahathir dan Siti Hasmah Berlangsung 70 Tahun
Mahathir dan Siti Hasmah menikah pada 5 Agustus 1956. Usia pernikahan mereka mencapai 70 tahun pada 2026, dan pasangan tersebut dikaruniai tujuh orang anak.
Mahathir pernah memimpin Malaysia selama lebih dari dua dekade dalam dua masa jabatan. Kabar Mahathir Mohamad masuk rumah sakit kini berkaitan dengan observasi di IJN, sementara keluarga menyampaikan kondisinya stabil.
Poin Penting
- Mahathir dirawat di Institut Jantung Negara, Kuala Lumpur, sejak malam 29 September 2026.
- Perawatan dilakukan untuk observasi setelah wafatnya Dr Siti Hasmah.
- Mokhzani Mahathir menyebut kondisi ayahnya stabil dan tidak mengkhawatirkan.
- Siti Hasmah meninggal di IJN pada 28 September 2026 pada usia 100 tahun.
- Mahathir dan Siti Hasmah menikah sejak 5 Agustus 1956 serta memiliki tujuh anak.
Pertanyaan Seputar Mahathir Mohamad Masuk Rumah Sakit
Di mana Mahathir Mohamad dirawat?
Mahathir dirawat di Institut Jantung Negara atau IJN di Kuala Lumpur.
Kapan Mahathir mulai menjalani observasi?
Ia menjalani perawatan sejak Selasa malam, 29 September 2026.
Bagaimana kondisi Mahathir menurut keluarganya?
Mokhzani Mahathir menyatakan kondisi ayahnya stabil, baik-baik saja, dan tidak mengkhawatirkan.
Mengapa Mahathir menjalani perawatan di rumah sakit?
Mahathir dirawat untuk observasi dan pemantauan lebih lanjut. Alasan pasti perawatan medisnya masih menunggu diagnosis resmi.
Mahathir Mohamad masuk rumah sakit di tengah masa duka keluarga setelah wafatnya Siti Hasmah. Ia menjalani observasi di IJN, dan pernyataan keluarga pada 30 September 2026 menyebut kondisinya stabil.
