Vivo S2 FE resmi meluncur dengan baterai berkapasitas 10.000 mAh, terbesar yang pernah dipasang vivo pada sebuah smartphone. Tak hanya untuk memperpanjang waktu pakai, baterainya mendukung reverse charging sehingga ponsel ini dapat digunakan untuk mengisi daya perangkat lain.
Perangkat terbaru di lini S tersebut juga membawa layar AMOLED 6,83 inci dengan refresh rate 120 Hz. Untuk dapur pacu, vivo membekalinya dengan chipset Dimensity 7300e yang mendukung jaringan 5G. S2 FE melengkapi kembalinya seri S di India setelah vivo S2 diperkenalkan pada Agustus.
Baterai 10.000 mAh dan fitur reverse charging
Kapasitas baterai menjadi daya tarik utama vivo S2 FE. Dengan daya 10.000 mAh, ponsel ini menawarkan cadangan energi besar untuk penggunaan sehari-hari, termasuk saat pengguna berada di luar rumah dalam waktu lama. Namun, kapasitas baterai saja tidak cukup untuk menggambarkan lama pemakaian secara pasti karena konsumsi daya dapat berbeda mengikuti aktivitas dan pengaturan perangkat.
Pengisian baterainya didukung teknologi cepat 44 watt. Vivo juga menyertakan reverse charging, yang membuat S2 FE dapat menyalurkan daya untuk perangkat lain, seperti earphone atau ponsel. Fitur tersebut memberi fungsi tambahan di luar penggunaan sebagai smartphone, terutama ketika perangkat lain membutuhkan daya dan tidak ada sumber listrik di sekitar.
Dengan bekal itu, S2 FE berpotensi mengurangi kebutuhan membawa powerbank terpisah bagi pengguna yang kerap bepergian. Meski demikian, bahan yang tersedia tidak merinci berapa lama waktu pengisian baterai maupun perangkat apa saja yang didukung reverse charging. Angka-angka tersebut perlu dilihat dari keterangan resmi yang lebih lengkap.
Layar AMOLED 120 Hz dan chipset Dimensity
Di bagian depan, vivo S2 FE menggunakan panel AMOLED berukuran 6,83 inci. Layarnya mendukung refresh rate 120 Hz, sementara sensor sidik jari ditempatkan di dalam layar. Kombinasi ukuran dan refresh rate itu menjadi bagian penting dari pengalaman menggunakan ponsel, baik saat menelusuri media sosial maupun menikmati konten video.
Performa perangkat ditopang chipset MediaTek Dimensity 7300e dengan dukungan 5G. Spesifikasi tersebut menjadi dasar untuk menjalankan beragam kebutuhan harian, dari komunikasi hingga hiburan. Namun, belum ada rincian mengenai kapasitas RAM dan penyimpanan dalam informasi yang tersedia, sehingga gambaran performa secara menyeluruh masih bergantung pada konfigurasi yang dipasarkan.
Untuk fotografi, kamera utama memakai sensor Sony IMX852 beresolusi 50 megapiksel dan ditemani kamera sekunder 2 megapiksel. Di bagian depan terdapat kamera 32 megapiksel untuk swafoto. Rincian mengenai fitur kamera, seperti mode pemotretan atau kemampuan perekaman video, belum dijelaskan dalam bahan peluncuran tersebut.
OriginOS 6, perlindungan IP69, dan jadwal penjualan
Vivo S2 FE menjalankan OriginOS 6 berbasis Android 16. Ponsel ini juga mencantumkan sertifikasi IP69 dan MIL-STD-810H. Kehadiran kedua sertifikasi tersebut menjadi bagian dari spesifikasi ketahanan perangkat, meski informasi yang tersedia tidak menjabarkan kondisi pengujian atau batas perlindungannya secara terperinci.
Konektivitas yang disebutkan mencakup 5G, Wi-Fi 6, Bluetooth 5.4, dan GPS. Untuk pilihan tampilan, vivo menyediakan tiga warna: Stellar Green, Titan Black, dan Zen White. S2 FE dijadwalkan mulai dijual pada 20 Oktober. Informasi harga tidak tercantum dalam bahan yang tersedia.
Dengan baterai besar sebagai fitur paling menonjol, S2 FE menyasar pengguna yang membutuhkan ponsel dengan daya tahan dan fungsi pengisian untuk perangkat lain. Detail harga, konfigurasi memori, serta ketersediaan di pasar lain masih menjadi informasi yang perlu dinantikan setelah peluncuran awalnya.
