Veda Ega Pratama menutup balapan Pertamina Moto3 Mandalika 2026 di posisi keenam, Minggu (11/10), di Pertamina Mandalika International Circuit. Hasil itu bukan sekadar finis di enam besar: pembalap Honda Team Asia tersebut membukukan empat catatan penting, mulai dari raihan poin rookie hingga pencapaian sebagai pembalap Indonesia dan pembalap Honda.
Veda mengumpulkan 10 poin dari balapan di Indonesia. Ia memulai lomba dari urutan ketujuh dan mengakhirinya satu posisi lebih baik. Finis keenam juga menjadi kali pertama ia kembali masuk 10 besar sejak Moto3 Inggris pada 9 Agustus.
Empat catatan itu memperlihatkan capaian Veda dari beberapa sudut. Poinnya melampaui catatan seorang rookie Moto3 sebelumnya, ia menjadi pembalap tuan rumah dengan raihan terbaik di Mandalika, sekaligus pembalap Honda yang finis paling depan di kelas tersebut pada seri ini.
Poin Veda melampaui catatan rookie Ai Ogura
Salah satu pencapaian utama Veda datang dari akumulasi poinnya sebagai pembalap pendatang baru. Setelah balapan Mandalika, ia mengoleksi 115 poin. Jumlah tersebut melewati 109 poin yang pernah diraih Ai Ogura pada musim pertamanya di Moto3.
Perbandingan itu menempatkan raihan Veda dalam catatan khusus di antara para rookie. Namun, angka tersebut merujuk pada jumlah poin yang dikumpulkan selama musim, bukan hanya hasil satu balapan. Tambahan 10 poin dari Mandalika menjadi bagian dari akumulasi yang membawanya melewati catatan Ogura.
Hasil keenam juga menandai kembalinya Veda ke jajaran 10 besar. Kali terakhir ia mencatat hasil dengan posisi satu digit terjadi di Moto3 Inggris, yang berlangsung pada 9 Agustus. Rentang waktu antara dua hasil itu menjadi konteks penting untuk melihat arti finis di Mandalika, tanpa mengurangi nilai dari capaian lainnya sepanjang musim.
Finis keenam jadi hasil terbaik pembalap tuan rumah
Di hadapan pendukung tuan rumah, Veda menjadi pembalap Indonesia dengan perolehan poin terbanyak dalam balapan Moto3 di Sirkuit Mandalika. Sepuluh poin dari posisi keenam melampaui catatan Mario Aji pada Pertamina Moto3 Mandalika 2022. Saat itu, Mario finis ke-14 dan membawa pulang dua poin.
Perbandingan tersebut mengacu pada hasil pembalap Indonesia dalam balapan Moto3 di sirkuit yang sama. Dengan finis enam besar, Veda mencatat posisi akhir yang lebih tinggi sekaligus mengumpulkan poin lebih banyak daripada capaian Mario pada 2022. Kedua angka itu memberi ukuran yang jelas atas hasil Veda di seri kandang.
Hasil tersebut juga membuat Veda menjadi wakil tuan rumah yang meraih poin terbanyak dalam balapan kali ini. Ia mengantongi 10 poin, sementara catatan Mario yang menjadi pembanding adalah dua poin. Perbedaan itu menegaskan besarnya sumbangan Veda bagi catatan pembalap Indonesia di Mandalika, tanpa perlu mengabaikan bahwa hasil keduanya terjadi pada musim yang berbeda.
Veda menjadi pembalap Honda terdepan di Moto3
Catatan berikutnya berkaitan dengan posisi Veda di antara pembalap Honda. Ia menjadi pembalap Honda dengan hasil finis terbaik di kelas Moto3 pada balapan Mandalika 2026. Veda mengakhiri lomba di posisi keenam, tepat di depan Adrian Fernandez yang finis ketujuh dan Guido Pini di posisi kedelapan.
Urutan itu menunjukkan bahwa Veda menjadi pembalap Honda yang paling depan di antara nama-nama tersebut pada seri ini. Capaian tersebut melengkapi hasilnya sebagai pembalap Indonesia terbaik di Mandalika dan sebagai rookie dengan akumulasi poin yang menonjol. Keempat catatan itu lahir dari satu balapan, tetapi masing-masing menggambarkan ukuran prestasi yang berbeda.
Dari sisi posisi, peningkatan Veda memang hanya satu tingkat: ia berangkat dari urutan ketujuh dan finis keenam. Meski selisihnya satu posisi, hasil akhir itu tetap mengantarkannya ke jajaran 10 besar dan menghasilkan 10 poin. Tidak ada rincian dalam catatan balapan yang menjadi dasar artikel ini mengenai perubahan posisi lain selama lomba, sehingga capaian yang dapat dipastikan adalah posisi start dan finis tersebut.
Finis keenam di Mandalika menjadi penanda penting dalam perjalanan Veda pada musim 2026. Poin rookie, hasil sebagai pembalap tuan rumah, posisi di antara pembalap Honda, dan perbaikan satu tingkat dari posisi start memberi gambaran lengkap tentang nilai balapan itu. Catatan-catatannya kini menjadi tolok ukur yang akan menyertai penampilan Veda pada seri-seri Moto3 berikutnya.
