AC Milan meraih kemenangan besar 4-0 atas RB Salzburg, sedangkan Juventus membalikkan keadaan untuk menang 2-1 di markas Celta Vigo pada matchday kedua Liga Europa 2026/2027, Jumat (16/10/2026) dini hari WIB. Di antara 18 pertandingan yang tuntas, dua wakil Italia itu mencuri perhatian lewat hasil tandang dengan cara berbeda.
Milan tampil tajam sejak awal dan pulang dengan tiga poin pertamanya di kompetisi musim ini. Juventus harus bekerja lebih keras: tertinggal lebih dahulu, Bianconeri baru memastikan kemenangan pada masa injury time.
Alphadjo Cisse cetak hat-trick untuk Milan
Alphadjo Cisse menjadi tokoh utama dalam kemenangan Milan di markas Salzburg. Penyerang berusia 19 tahun itu mencetak tiga gol, sementara Goncalo Ramos menyumbang satu gol lain untuk memastikan Rossoneri menang telak 4-0.
Cisse membukukan hat-trick pada menit ke-15, ke-32, dan ke-49. Torehan tersebut membuatnya tercatat sebagai pencetak hat-trick termuda dalam sejarah Liga Europa, dalam usia 19 tahun 358 hari. Milan pun mengakhiri pertandingan dengan kemenangan meyakinkan setelah menelan kekalahan pada matchday pertama.
Meski menang dengan selisih empat gol, Milan tidak menuntaskan laga dengan 11 pemain. Filippo Terracciano mendapat kartu merah tujuh menit menjelang waktu normal berakhir. Keunggulan skor yang sudah terbentuk membuat Rossoneri tetap mampu menjaga hasil hingga peluit akhir.
Bagi Milan, hasil ini menjadi awal penting untuk memperbaiki posisi setelah membuka kompetisi dengan kekalahan. Performa Cisse juga memberi sorotan tersendiri pada pertandingan tersebut: tiga golnya datang dalam rentang waktu yang relatif singkat dan menjadi catatan usia yang menonjol di Liga Europa.
Juventus bangkit dan menang pada injury time
Berbeda dari Milan, Juventus harus mengejar ketertinggalan saat menghadapi Celta Vigo. Tuan rumah unggul lebih dahulu melalui gol Hugo Alvarez pada menit ke-18. Juventus baru menyamakan kedudukan pada babak kedua lewat Nick Woltemade.
Ketika pertandingan tampak akan berakhir imbang, Randal Kolo Muani mencetak gol pada masa injury time. Gol itu mengunci kemenangan 2-1 bagi Juventus sekaligus membawa pulang tiga poin dari Spanyol. Hasil tersebut juga menempatkan Bianconeri di puncak klasemen sementara Liga Europa, menurut laporan ANTARA.
Kemenangan Juventus menjaga tren positif tim di kompetisi, sekaligus menunjukkan perbedaan jalur mereka dengan Milan pada malam yang sama. Milan membangun keunggulan besar sejak awal, sementara Juventus harus menunggu hingga detik-detik akhir untuk memastikan hasil.
Lyon dan Sunderland juga menang dramatis
Sejumlah pertandingan lain pada matchday kedua berlangsung ketat. Olympique Lyon menundukkan Crystal Palace 3-2. Corentin Tolisso, Ernest Nuamah, dan Pavel Sulic mencetak gol bagi Lyon, sedangkan Yeremy Pino dan Daichi Kamada membalas untuk Palace.
Crystal Palace sempat menjaga persaingan tetap terbuka, tetapi Lyon mampu mempertahankan keunggulan hingga pertandingan selesai. Skor tipis itu menjadikan laga tersebut salah satu duel dengan persaingan paling sengit pada pekan pertandingan ini.
Sunderland juga meraih kemenangan dramatis, dengan menaklukkan Torreense 2-1 lewat gol Noah Sadiki pada menit ke-90+3. Di pertandingan lain, Olympiakos mencuri kemenangan 1-0 di kandang Marseille. Benfica menang 4-1 atas Celtic, sementara Bournemouth mengatasi Sturm Graz dengan skor 3-0.
Hasil tandang mewarnai matchday kedua
Matchday kedua Liga Europa 2026/2027 menggelar 18 pertandingan pada Jumat dini hari WIB. Selain kemenangan Milan, Juventus, dan sejumlah tim lain, Bayer Leverkusen juga meraih hasil positif di markas Lech Poznan. Kemenangan tim-tim tamu menjadi salah satu warna utama rangkaian pertandingan tersebut.
Rangkaian hasil ini membuat persaingan masih terbuka setelah dua matchday. Juventus untuk sementara berada di puncak klasemen, sedangkan Milan memperoleh kemenangan perdana yang dibutuhkan untuk kembali mengumpulkan poin. Perjalanan kompetisi masih panjang; laga-laga berikutnya akan menjadi ujian bagi konsistensi kedua klub Italia itu.
Di sisi lain, rekor hat-trick Cisse memberi Milan catatan individual yang menonjol di tengah persaingan antarklub. Perhatian berikutnya tertuju pada apakah ia dapat mempertahankan ketajamannya dan apakah Juventus mampu menjaga posisi di papan atas saat Liga Europa berlanjut.
