Indonesia dan Thailand kembali berhadapan di final di Stadion Utama Gelora Bung Karno (GBK), Senin malam, 5 Oktober 2026. Pertemuan dalam final FIFA ASEAN Cup 2026 itu mengingatkan pada laga puncak Piala AFF 2002, saat Tim Merah Putih harus mengakui keunggulan Thailand lewat adu penalti setelah pertandingan berakhir imbang 2-2.
Final kali ini mempertemukan dua tim yang sama-sama melewati fase grup dengan hasil berbeda pada laga terakhir. Indonesia memastikan posisi juara Grup A setelah mengalahkan Bangladesh 9-2. Thailand tetap menjadi juara Grup B meski kalah 1-2 dari Filipina.
Jelang laga, catatan lama di GBK menjadi bagian dari cerita yang melekat pada pertemuan kedua tim. Lebih dari dua dekade setelah final 2002, Indonesia kembali mendapat kesempatan menghadapi Thailand dalam pertandingan puncak di stadion yang sama.
Final Piala AFF 2002: Indonesia bangkit setelah tertinggal
Indonesia mencapai final Piala AFF 2002 setelah mengalahkan Malaysia 1-0 pada semifinal. Thailand melaju ke partai puncak dengan menyingkirkan Vietnam 4-0. Kedua tim kemudian bertemu di GBK dalam pertandingan yang disaksikan penonton memenuhi stadion.
Thailand membuka keunggulan lebih dulu melalui gol Chukiat Noosarung pada menit ke-26. Tim Gajah Perang memperlebar jarak pada menit ke-38, ketika Therdsak Chaiman mencetak gol kedua. Indonesia pun menutup babak pertama dalam posisi tertinggal 0-2.
Keadaan berubah setelah jeda. Baru satu menit babak kedua berjalan, Yaris Riyadi memperkecil ketertinggalan menjadi 1-2. Gol itu menjaga peluang Indonesia untuk mengejar sekaligus menghidupkan kembali persaingan di tengah tekanan mengejar dua gol Thailand.
Indonesia akhirnya menyamakan kedudukan pada menit ke-79. Gendut Doni Christiawan mencetak gol yang membuat skor menjadi 2-2 dan GBK kembali bergemuruh. Setelah tertinggal dua gol, tuan rumah berhasil membawa pertandingan ke babak tambahan.
Adu penalti menentukan pemenang
Kedudukan imbang tidak berubah sepanjang waktu normal. Dua babak tambahan juga berakhir tanpa gol, sehingga pemenang harus ditentukan melalui adu penalti. Bagi Indonesia, laga yang sempat bergerak dari ketertinggalan dua gol menuju skor imbang itu akhirnya ditentukan dari titik putih.
Dalam adu penalti, Indonesia kalah 2-4 dari Thailand. Hasil tersebut menutup peluang Tim Merah Putih menjadi juara di kandang sendiri, meski mereka sudah bangkit dan menyamakan kedudukan pada babak kedua. Thailand keluar sebagai pemenang final Piala AFF 2002 di GBK.
Jalannya pertandingan itu memberi konteks pada pertemuan 2026, tetapi tidak menentukan hasil laga yang akan datang. Catatan 2002 menunjukkan bahwa duel kedua tim di partai puncak GBK pernah berlangsung ketat dan baru berakhir setelah adu penalti. Untuk final kali ini, kedua tim memulai pertandingan dengan situasi dan perjalanan turnamen masing-masing.
Indonesia dan Thailand kembali bertemu di partai puncak
Indonesia lolos ke final FIFA ASEAN Cup 2026 sebagai juara Grup A. Kemenangan 9-2 atas Bangladesh pada laga terakhir memastikan posisi tersebut. Thailand, di sisi lain, memuncaki Grup B walaupun menelan kekalahan 1-2 dari Filipina dalam pertandingan penutup fase grup.
Perbedaan hasil pada laga terakhir itu menjadi latar menuju final, bukan gambaran pasti tentang kekuatan kedua tim saat bertemu. Pertandingan puncak akan kembali digelar di GBK, tempat Indonesia dan Thailand pernah menghasilkan drama hingga adu penalti pada 2002. Kali ini, kedua tim akan memiliki kesempatan menulis akhir yang berbeda.
Bagi Indonesia, final tersebut menjadi momen untuk kembali bersaing memperebutkan gelar di hadapan pendukung sendiri. Bagi Thailand, pertemuan ini menghadirkan lawan dan stadion yang sama dengan final lama. Hasil di lapangan pada 5 Oktober nanti akan menentukan apakah kenangan 2002 terulang atau menjadi babak baru dalam persaingan Indonesia vs Thailand.
