Debut akting Azka Corbuzier di panggung internasional mendapat sambutan emosional saat film pendek Home, Almost diputar perdana di Urbanworld Film Festival 2026, New York, Amerika Serikat. Sejumlah penonton memuji film garapan Tumpal Tampubolon itu, bahkan ada yang menangis setelah menyaksikannya.
Film berdurasi 18 menit tersebut mempertemukan adegan laga dengan drama keluarga dan persoalan identitas. Azka memerankan Darren, karakter yang menuntutnya menjalani adegan pertarungan sekaligus menyampaikan konflik emosional. Pemutaran di New York menjadi debut aktingnya di hadapan penonton internasional.
Respons penonton untuk Home, Almost
Sambutan seusai pemutaran menjadi salah satu momen penting bagi Azka dan tim produksi. Melalui akun Instagram pribadinya, Azka membagikan respons penonton yang menyampaikan pujian serta ucapan selamat kepada para pemain dan kru. Beberapa di antaranya tersentuh hingga menangis.
Reaksi tersebut menunjukkan bahwa kisah yang berangkat dari latar budaya tertentu dapat menjangkau penonton dengan pengalaman yang beragam. Namun, Home, Almost tidak hanya mengandalkan kedekatan emosional. Film ini juga merangkai aksi pertarungan ke dalam konflik cerita, sehingga adegan laga menjadi bagian dari pengalaman karakter, bukan sekadar tontonan.
Perpaduan itu memberi ruang bagi film untuk bergerak di antara ketegangan fisik dan hubungan antarkeluarga. Cerita turut menyinggung identitas serta keinginan melindungi orang-orang terdekat. Dalam durasi yang ringkas, unsur-unsur tersebut menjadi landasan drama yang dibawa film ke hadapan audiens festival.
Peran Darren menuntut fisik dan emosi
Karakter Darren menjadi tantangan tersendiri bagi Azka. Selain perlu menyiapkan diri untuk adegan pertarungan, ia juga harus menghayati persoalan yang dialami tokohnya. Dua tuntutan itu membuat peran tersebut memadukan kemampuan fisik dan pengolahan emosi.
Melalui film ini, Azka memperoleh kesempatan untuk menunjukkan sisi akting yang berbeda dari kiprahnya yang telah dikenal publik. Sambutan di New York menjadi pengalaman awal dalam perjalanan sebagai aktor, sekaligus memperkenalkan penampilannya kepada penonton di luar Indonesia.
Film ini mengangkat kehidupan keluarga Tionghoa-Indonesia dan bersinggungan dengan isu rasisme. Latar tersebut memberi cerita dimensi budaya yang spesifik, sementara tema identitas, penerimaan, dan ikatan keluarga membuka kemungkinan bagi penonton dari latar berbeda untuk menemukan persoalan yang terasa dekat.
Film Indonesia di panggung festival New York
Pemutaran perdana dunia di Urbanworld Film Festival 2026 menempatkan Home, Almost dalam ruang perjumpaan dengan audiens internasional. Pujian dan respons emosional yang diterima setelah pemutaran menjadi sambutan awal bagi film tersebut, juga bagi para pemain dan kru yang memperkenalkannya.
Film ini dibintangi Azka Corbuzier, Verdi Solaiman, dan Millo Taslim. Home, Almost diproduksi Aftersun Creative bersama Dektos. Annisa Adjam dan Pramudya Andika bertindak sebagai produser, sementara Kenneth Lisungan menulis naskahnya.
Bagi sutradara Tumpal Tampubolon dan tim, kisah keluarga, identitas, dan rasisme yang dibawa film ini menjadi cara menghadirkan pengalaman Indonesia kepada penonton lintas budaya. Adapun bagi Azka, debut di New York membuka babak baru yang mempertemukan tantangan akting dengan kesempatan tampil di festival internasional.
Respons penonton menjadi awal yang berarti, tetapi perjalanan film dan para pembuatnya tidak berhenti pada satu pemutaran. Perhatian berikutnya akan tertuju pada bagaimana Home, Almost terus menemukan audiens dan memperluas percakapan tentang keluarga serta identitas yang diangkatnya.
