Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan meminta investor domestik dan internasional tidak ragu menanamkan modal di Indonesia. Dalam Indonesia International Sustainability Forum 2026 di Jakarta, ia menegaskan fundamental ekonomi nasional tetap kuat dan Indonesia tidak akan kolaps di tengah ketidakpastian global.
Luhut mengakui Indonesia masih menghadapi sejumlah persoalan. Namun, menurut dia, tantangan tersebut perlu dihadapi dengan pembenahan tata kelola, penguatan industri, serta peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM), bukan menjadi alasan untuk menahan investasi.
“Pesan saya sangat jelas dan sederhana bagi para investor: jangan ragu untuk berinvestasi di negara ini. Fundamental ekonomi kita tetap sehat dan prospek jangka panjang kita sangat kuat. Indonesia tidak akan kolaps,” ujar Luhut.
Pemerintah, kata dia, ingin memastikan kerja sama dengan investor menghasilkan manfaat yang lebih luas daripada aliran modal. Arah kebijakan kini juga mencakup pengembangan inovasi bersama dan peningkatan kemampuan tenaga kerja lokal.
Dari alih teknologi menuju inovasi bersama
Luhut menjelaskan, pendekatan investasi Indonesia bergeser dari sekadar mendorong alih teknologi atau technology transfer menuju inovasi bersama atau joint innovation. Dalam skema ini, mitra internasional diharapkan tidak hanya membawa teknologi, tetapi juga melibatkan insinyur dan peneliti Indonesia dalam proses pengembangan.
Sektor nikel, baterai, dan kendaraan listrik menjadi salah satu contoh. Luhut mendorong mitra global membangun laboratorium bersama, melatih insinyur nasional, serta memberi peneliti muda persoalan nyata untuk dipecahkan melalui riset.
Kolaborasi tersebut diharapkan memperkuat kemampuan industri dalam negeri dan memperbesar peran Indonesia dalam rantai pasok. Pengembangan teknologi baterai, sistem daur ulang, serta ekosistem kendaraan listrik juga menjadi bagian dari upaya itu.
Menurut Luhut, riset dan pengembangan membutuhkan dukungan berkelanjutan. Penelitian pada tahap awal perlu didanai dengan kesabaran, sementara teknologi yang menjanjikan membutuhkan proyek percontohan. Jika proyek tersebut berhasil, investasi lanjutan diperlukan agar penerapannya bisa diperluas.
Kepastian aturan dan pengembangan talenta
Untuk menjaga komitmen investasi tetap berjalan, Luhut menyatakan pemerintah berupaya menjaga konsistensi kebijakan dan menyederhanakan prosedur birokrasi. Kepastian aturan dinilai penting agar rencana investasi dapat berujung pada kegiatan nyata, termasuk pengembangan industri dan riset di dalam negeri.
Di sisi lain, penguatan SDM menjadi bagian penting dari strategi pertumbuhan. Luhut menyebut masa depan ekonomi Indonesia akan ditopang kombinasi modal, inovasi, dan talenta. Karena itu, pemerintah tidak hanya berfokus menarik investasi, tetapi juga membangun kapasitas nasional untuk mengelola dan mengembangkan teknologi.
Salah satu program yang disinggung adalah Sekolah Unggul Garuda. Program tersebut, menurut Luhut, ditujukan untuk mengembangkan anak-anak muda Indonesia dan mempersiapkan mereka menempuh pendidikan lanjut serta menjadi pemimpin masa depan di bidang sains dan teknologi.
Pengembangan teknologi juga didorong di luar sektor industri. Luhut menyampaikan bahwa genomik dan bioteknologi dapat dimanfaatkan di bidang pertanian, antara lain untuk menghasilkan benih unggul dan varietas tanaman yang lebih mampu menghadapi perubahan iklim serta tantangan lingkungan.
Upaya itu diharapkan meningkatkan produktivitas sekaligus pendapatan masyarakat. Namun, pencapaiannya tetap bergantung pada ketersediaan talenta dan dukungan riset yang memadai.
Tantangan tetap perlu diselesaikan
Pernyataan Luhut kepada investor tidak menutup adanya pekerjaan rumah di dalam negeri. Ia menekankan bahwa persoalan yang ada harus diakui dan diselesaikan, bersamaan dengan penguatan tata kelola dan industri nasional.
Bagi investor, pesan tersebut sekaligus menyoroti arah kerja sama yang diinginkan pemerintah: investasi yang disertai transfer kemampuan, riset bersama, dan keterlibatan tenaga ahli lokal. Konsistensi kebijakan serta penyederhanaan birokrasi akan menjadi faktor penting untuk mengubah komitmen itu menjadi proyek yang berjalan.
Dengan fokus pada industri, inovasi, dan pengembangan SDM, pemerintah berharap Indonesia tetap menarik bagi penanam modal dalam jangka panjang. Tantangan berikutnya adalah memastikan agenda tersebut terlaksana secara konsisten dan memberikan dampak nyata bagi kapasitas ekonomi nasional.
