Martha Tilaar, pebisnis kecantikan yang dikenal sebagai pendiri Sariayu, meninggal dunia pada usia 89 tahun, Rabu, 14 Oktober 2026. Ia mengembuskan napas terakhir pukul 06.22 WIB di RS Medistra, Jakarta. Pada siang harinya, rumah keluarga di Jalan Patra Kuningan Utara, Setiabudi, Jakarta Selatan, dipenuhi pelayat dan karangan bunga.
Suasana di rumah duka terasa tenang sekaligus haru. Para kerabat mulai berdatangan untuk menyampaikan belasungkawa, sementara ucapan duka berjejer di bagian depan kediaman. Karangan bunga itu datang dari sejumlah kalangan, termasuk dunia bisnis, kecantikan, dan hiburan.
Karangan bunga memenuhi kediaman Martha Tilaar
Sejumlah nama yang mengirimkan karangan bunga antara lain Kris Dayanti, Agum Gumelar, Akbar Tandjung, dan Keluarga Habibie. Kehadiran ucapan belasungkawa dari berbagai kalangan mencerminkan luasnya hubungan mendiang semasa hidupnya, meski tidak semua pengirim hadir langsung di rumah duka.
Di teras, para pelayat berkumpul dan menyampaikan dukacita kepada keluarga. Anak tertua Martha dari pernikahannya dengan Henry Tilaar, Bryan Tilaar, menyambut mereka yang datang. Kediaman itu menjadi tempat persemayaman Martha sebelum ia dimakamkan.
Menurut laporan Wolipop yang mengunjungi rumah duka pada siang hari, para pelayat mulai berdatangan sejak waktu tersebut. Tidak ada suasana ramai yang berlebihan. Yang terlihat adalah keluarga menerima tamu, karangan bunga memenuhi bagian luar rumah, dan para pelayat datang untuk memberikan penghormatan terakhir.
Putra Martha Tilaar menjelaskan kondisi ibunya
Bryan mengatakan ibunya meninggal setelah mengalami serangan asma. Martha sebelumnya menjalani perawatan di rumah sakit selama sekitar delapan hingga sembilan hari. Keluarga kemudian memilih untuk menyemayamkan jenazahnya di rumah, sesuai permintaan mendiang.
“Kurang lebih sudah 8-9 hari berada di rumah sakit. Jadi penyakitnya asma, asmanya sudah selesai tapi ada pendarahan seperti itu, itu memang sudah terjadi 1,5 tahun yang lalu. Jadi memang sudah waktunya,” kata Bryan.
Penjelasan Bryan menyebutkan bahwa asma bukan satu-satunya persoalan kesehatan yang dialami Martha selama masa perawatan. Ia juga menyebut pendarahan yang, menurutnya, telah terjadi sekitar satu setengah tahun sebelumnya. Keluarga tidak memerinci lebih jauh kondisi tersebut dalam keterangan yang disampaikan di rumah duka.
Kepergian Martha menutup masa perawatan yang berlangsung lebih dari sepekan. Bagi keluarga, rumah menjadi tempat yang dipilih untuk menyemayamkan mendiang, sementara para pelayat mendapat kesempatan menyampaikan belasungkawa secara langsung.
Perpisahan sebelum dimakamkan di San Diego Hills
Martha Tilaar dikenal sebagai pendiri Sariayu dan sosok di bidang bisnis kecantikan. Kabar kepergiannya diberitakan sejumlah media, sementara rumah duka dipenuhi karangan bunga dan didatangi kerabat serta pelayat. Rangkai bunga yang berjajar di kediaman menjadi salah satu penanda perhatian yang diberikan kepada keluarga pada hari berkabung itu.
Informasi yang dihimpun dari pemberitaan menyebut Martha akan dimakamkan di San Diego Hills, Karawang. Sebelum pemakaman, jenazah lebih dahulu disemayamkan di kediaman keluarga di Jakarta, mengikuti permintaan mendiang sebagaimana disampaikan Bryan.
Hari itu, keluarga menerima pelayat di rumah yang menjadi tempat persemayaman Martha. Di tengah suasana kehilangan, kehadiran kerabat dan ucapan belasungkawa dari berbagai kalangan memberi ruang bagi keluarga untuk melepas kepergian sosok yang mereka cintai. Martha meninggalkan jejak sebagai pengusaha kecantikan sekaligus figur yang disebut menjadi mentor dan inspirasi bagi banyak orang.
