PT Solusi Sinergi Digital Tbk (WIFI) telah mengaktifkan lebih dari 3.100 site IRA—Internet Rakyat—dalam kurun tujuh bulan. Perluasan jaringan tersebut membuat layanan internet rumah berbasis 5G Fixed Wireless Access (FWA) ini menjangkau hingga 3,1 juta rumah tangga di 94 kota dan kabupaten.
Jaringan IRA dibangun dan dioperasikan oleh anak perusahaan WIFI, PT Telemedia Komunikasi Pratama. Layanan komersialnya kini tersedia di sejumlah wilayah Jawa, Maluku, dan Papua. Perusahaan menyatakan pembangunan site berjalan sesuai target, dengan sasaran mencapai 5.500 site pada akhir 2026.
Jaringan Internet Rakyat menjangkau 94 daerah
Jumlah 3,1 juta rumah tangga tersebut merujuk pada rumah yang berada dalam jangkauan layanan, bukan angka pelanggan yang sudah berlangganan. WIFI menyebut pengembangan jaringan dan perluasan saluran penjualan terus dilakukan beriringan agar cakupan infrastruktur dapat diikuti pemanfaatan layanan.
Di Pulau Jawa, 18 kota telah memiliki cakupan jaringan penuh. Daerah tersebut meliputi Tegal, Pekalongan, Banjar, Surakarta, Blitar, Cilegon, Pasuruan, Probolinggo, Kediri, Mojokerto, Serang, Madiun, Salatiga, Sukabumi, Batu, Magelang, Cimahi, dan Tasikmalaya.
Direktur Utama sekaligus CEO SURGE, Hendrik Tee, mengatakan pembangunan lebih dari 3.100 site dalam tujuh bulan memerlukan kerja lapangan yang konsisten di setiap wilayah layanan. Ia menyebut setiap site yang aktif membuka peluang bagi lebih banyak keluarga untuk memperoleh akses internet rumah.
“Setiap site yang kami aktifkan membawa layanan internet rumah yang cepat dan terjangkau kepada lebih banyak keluarga Indonesia. Inilah tujuan utama IRA—Internet Rakyat dihadirkan,” ujar Hendrik.
WIFI menargetkan 5.500 site pada akhir 2026
Untuk mengejar target berikutnya, SURGE menempuh dua pendekatan dalam pembangunan jaringan. Pertama, perusahaan memperluas kemitraan strategis guna mempercepat koneksi antara site base station dan jaringan serat optik. Koneksi tersebut menjadi bagian dari infrastruktur yang mendukung operasional jaringan FWA.
Pendekatan kedua dilakukan melalui program Rumah Sahabat IRA. Lewat program ini, warga dapat menjadi mitra penyedia lokasi penempatan infrastruktur jaringan, termasuk di atap rumah. Per 6 Oktober 2026, program tersebut telah menjangkau lebih dari 9.600 rumah mitra.
Angka itu menunjukkan besarnya jaringan kemitraan lokasi yang disiapkan perusahaan untuk menopang ekspansi. Namun, perusahaan masih harus merealisasikan pembangunan site berikutnya agar target 5.500 site pada penghujung 2026 dapat tercapai.
Saluran penjualan IRA ikut diperluas
Di sisi pemasaran, WIFI mengandalkan Sahabat IRA sebagai saluran penjualan berbasis komunitas. Program tersebut kini memiliki lebih dari 6.200 mitra terdaftar dan masih terus bertumbuh. Perusahaan juga mengembangkan saluran penjualan berbasis komunitas yang menyasar kelompok pelanggan tertentu.
Strategi ini berjalan seiring dengan perluasan jaringan. Menurut Hendrik, keberadaan jaringan baru akan memberi manfaat ketika keluarga benar-benar dapat terhubung dengan layanan internet. Karena itu, perusahaan menyatakan pembangunan infrastruktur dan pengembangan kanal penjualan dilakukan secara bersamaan.
WIFI optimistis IRA dan Starlite, layanan internet berbasis Fiber-to-the-Home (FTTH) milik perseroan, dapat menghubungkan lebih dari 3 juta rumah tangga pada akhir 2026. Target tersebut menggabungkan kedua layanan, sehingga berbeda dari angka 3,1 juta rumah tangga yang saat ini berada dalam jangkauan IRA.
Dengan target site dan rumah tangga yang terus bertambah, tahap berikutnya bagi perusahaan adalah mengubah jangkauan jaringan menjadi penggunaan layanan. Perkembangan jumlah site, kemitraan lokal, serta saluran penjualan akan menjadi hal yang perlu dicermati dalam menilai sejauh mana ekspansi IRA menjangkau keluarga di berbagai daerah.
